Tradisi Barikan Karimunjawa

Karimunjawa  merupakan sebuah kecamatan yang berada di Kabupaten Jepara. namun karimunjawa berada jauh 80 km dari pusat pemerintahan kabupaten. Untuk menuju pulau tersebut juga harus menggunakn moda transportasi laut atau jalur udara.  Bukan terisolasi tapi karimunjawa memang merupakan kepulaun yang terdiri dari 27 pulau.

Wisata Karimunjawa semenjak di daulat menjadi Taman Nasional Karimunjawa kini semakin terkenal seluruh antero jagat, menawarkan keindahan laut yang sangat elok, cantik dan menawan memang sangat di gemari teraveler yang suka sekali dengan pantai dan laut.

Baca Juga : Paket Wisata Karimunjawa Jumat Sampai Minggu

Karimunjawa terdiri dari 27 pulau dalam kawasan, 5 pulau yang di huni oleh masyarakat karimunjawa yaitu pulau utama Karimunjawa, Pulau Kemojan, Pulau Nyamuk, Pulau Parang, Pulau Genting. Sisanya 22 pulau tak berpenghuni.

Berikut daftar 22 pulau yang tak berpenghuni :

  1. pulau krakal besar
  2. pulau krakal kecil
  3. pulau katang
  4. pulau kembar
  5. pulau kumbang
  6. pulau menyawakan(kura kura resort)
  7. pulau cemara besar
  8. pulau bengkoang dan pulau kokok
  9. pulau merica
  10. pulau tengah
  11. pulau kecil(cilik)
  12. pulau cendikian
  13. pulau sintok
  14. pulau gundul(batu berukuran besar ditengah laut dan biasanya buat latihan tembak TNI AL)
  15. pulau seruni
  16. pulau sambangan(tempat transplantasi karang)
  17. pulau batu
  18. pulau menjangan besar
  19. pulau menjangan kecil
  20. pulau burung (terdapat sarang burung elang dada putih)
  21. pulau gleyang
  22. pulau cemara kecil.

Masyarakat Karimunjawa

Mayoritas penduduk karimunjawa beragama islam namun ada sebagihan yang memeluk agama lain seperti Kristen. di karimunjawa juga terdapat tempat beribadah baik islam maupun Kristen. terdapat 21 masjid dan 1 gereja.

Masyarakat karimunjawa juga berbeda – beda suku. Terdapat suku etnis yang berbeda namun masyarakat karimunjawa tetap damai dan sejaterah. yaitu Jawa, Madura, Bugis, Mandar, Bajau, Munak dan Luwu. Mayoritas penduduk Karimunjawa berasal dari Jawa sehingga budaya Jawa mendominasi kebudayaan lokal, namun walau demikian kebudayaan lain nampak nyata pada kehidupan sehari-hari misalnya saja terlihat pada bentuk rumah penduduk Bugis di Pulau Kemujan.

Tradisi di Karimunjawa

Karimunjawa yang notabennya di dominasi oleh suku jawa pasti mempunyai tradisi – tradisi yang tdiak jauh dari tradisi jawa. Ada beberapa tradisi masyarakat  karimunjawa yang memang menjadi rutinitas yang di jalankan setiap 1 tahun sekali. Tradisi tersebut juga mampu menarik perhatian wisatawan baik lokal maupun mancanegara.

Tradisi barikan menjadi penggoda

Tradisi barika yang di jalankan oleh masyaraka Karimunjawa setiap 1 tahun sekali tersebut memang menjadi cirri khas masyarkat karimunjawa. Tradisi barika sendiri berbentuk sebuah ucapan rasa syukur manusia terhadap tuhannya yang telah memberikan limpahan rizqi kepada masyarakat karimunjawa sebagai seorang nelayan. Sebuah tradisi yang harus di lestraikan oleh masyarakat karimunjawa. Tradisi tersebut berkonsep arak – arakan tumpeng besar yang di susun dari hasil – hasil bumi dan laut. Tumpeng besar tersebut akan di arak ke pelabuhan wisata karimunjawa.

Di akhir acara tumpeng tersebut akan jadi rebutan warga untuk mendapatkan keberkahan yang mereka yakini. Selain tumpeng besar masyarakat karimunjawa juga membuat tumpeng – tumpenmg kecil yang di bawa oleh masyarakat sendiri – sendiri dari rumah dengan tujuan untuk makan bersama ketika acara selesai.

Nah itulah tradisi masyarakat karimunjawa bernama  barikan yang sering di agendakan 1 tahun sekali. Tardisi merupakan kekayaan sebuah masyarakat yang perlu di jaga dan di lestarikan. Semestinya kita bangga sebagai  masyarakat Indonesia yang mempunyai ribuan suku dan etnis, ratusan bahasa, dan berbagai agama yang membentuk satu kesatuan bernama Indonesia.

Terima kasih telah membaca artikel kami. Kami tunggu kritik dan sarannya. Untuk Info Wisata Karimunawa anda bisa searching di website kami Team Wisata Karimunjawa.

Written by