Berselancar ke Karimunjawa ? rasanya kok mimpi ya . soalnya banyak dengar cerita tentang karimunjawa dari beberapa teman yang sudah pernah ke karimunjawa .“Karimun Jawa” disebutkan adalah tempat tersebut jauh di tengah laut di Utara Pulau Jawa. Tempatnya memang indah dengan panorama lat, pantai dan terumbu karangnya yang mempesona dan sering jadi destinasi turis baik lokal maupun dari mancanegara.

Namun terbayang juga berita ombak laut untuk menuju kesana terkadang ombak yang cukup besar itu membuat saya ragu – ragu untuk liburan ke Karimunjawa. Jika  ombaknya sedang besar, maka para wisatawan bisa terjebak berhari-hari tidak bisa kembali, sampai-sampai kehabisan bekal. Bahkan setelah cukup lama harus dievakuasi oleh kapal angkatan laut untuk kembali ke pulau Jawa. Beneran gak sih yang di ceritakan oleh teman – teman, selain takut saya juga penasaran dengan ombak laut Karimunjawa.

Setelah di fikir – fikir dan mencari informasi sebanyak mungkin tentang karimunjawa baik dari teman maupun searching di mbah google, bahwa semuanya itu bisa di rencanakan dengan matang. Jika ombak dari prakiraan cuaca untuk bulan April sampai November ombak sangat bagus hanya 0 – 1 mater saja.  Akhirnya saya menetapkan niat untuk liburan ke karimunjawa pada bulan April 2018. Tentunya kami mengantisipasi jika tiba-tiba cuaca tidak bersahabat dan kami terjebak di pulau kecil di Utara pulau Jawa tersebut. Antisipasi tersebut, misalnya membawa uang ekstra sebagai persediaan, serta kartu BRI yang tersedia ATM nya disana.

Baca Juga : Karimunjawa, Keindahanya Tak Hanya Wisata Laut Saja

Singkatnya pada hari Jum’at  tanggal 6 April 2018 kami mulai berangkat menuju jepara. Habis magrib kami berangkat dari rumah di Cileunyi ke perwakilan bus Nusantara di Cileunyi. Kami memilih berangkat dengan Bus Nusantara. Dengan harga tiket Bandung – Jepara Rp 200.000,.

Di kantor perwakilan bus Nusantara kami menunggu bus yang berangkat dari Bandung pukul 17.30 dan diperkirakan sampai di Cileunyi pada pukul 19.00.  Akhirnya Bus tersebut sampai pada 19.20 dan tepat pukul 19.30, bus tersebut berangkat membawa kami dan penumpang lain.

Jam 00.10 melewati Cirebon, dan makan malam yang disediakan di sebuah restoran. Di tempat tersebut ada beberapa bis Nusantara yang parkir dan penumpangnya sama-sama makan.

Setelah makan malam sekitar pukul 00.30, perjalanan dilanjutkan. Melewati kota-kota Losari, Brebes, Tegal, Pemalang, Pekalongan, Kendal. Jam 04.00 masuk kota semarang. Akhirnya kita harus menunggu sampai fajar tiba sekalian subuhan di terminal terboyo. Pukul 05.00 berangkat menuju jepara. Sekitar 2 jam untuk sampai di terminal jepara. Dan sampai di terminal bus Jepara pada pukul 07.30 sesegera mungkin kami naik becak untuk mengantarkan kami ke pelabuhan jepara. Cukup 15ribu berdua.

Berhubung kapal Ekspress bahari berangkat pukul 09.00 maka segera untuk menghubungi biro paket wisata karimunjawa yang sudah kami booking sebelumnya. Kami menggunakan jasa paket tour karena lebih mudah, efesien dan tentunya jika di itung – itung lebih murah di bandingkan dengan berangkat sendiri. kala itu kami menggunakan biro jasa Team Wisata Karimunjawa.

Setelah bertemu dengan pihak biro, kami di beri arahan dan informasi mengenai kegiatan apa saja yang akan di lakukan di Karimunjawa. kami bertemu dengan mas tomi beliau yang menjemput di pelabuhan Jepara, sangat ramah penyambutan beliau terhadap kami.

Perjalanan kapal Express Bahari dimulai tepat pada pukul 09.00.  Pada awalnya perjalanan cukup tenang, ombak di laut di sekitar Jepara hanya kecil. Penumpang pun menikmati perjalanan tersebut dengan menonton filem yang diputar pada pesawat televisi. Namun sedikit demi sedikit ombak laut terasa mulai besar, setelah perjalanan selama setengah jam. Mulailah terasa berbagai goncangan. Penumpang ada yang berteriak gembira merasakan sensasi perjalanan seperti menikmati roller coaster di taman rekreasi. Tapi gak lama kemudian kegembiraan tersebut hening di telan sepi. Beberapa penumpang mulai merasa mual karena diguncang ombak. Sebagian besar pada terdiam. Menunggu. Dan ketika ada beberapa yang tidak tahan mual dan muntah, maka suasana juga jadi tidak sepi. Yang lain juga terpengaruh mual dan bertahan supaya tidak muntah. Atau mencoba tidur. Berbagai minyak angin keluar untuk mengusir rasa mual.

Ahhh leganya setelah sekitar 1 jam perjalanan digoyang ombak, alhamdulillah pada  pukul 10.30 kurang setangah jam lagi sampai pelabuhan pulau Karimun Jawa, ketika itu ombakpun berkurang mendekati pelabuhan. Terlihat krimun – krimun ( samar – samar ) sebuah pulau menjulang tinggi terlihat gunung karimunjawa yang rimbun kehijauan memperlihatkan bahwa alam Karimunjawa masih benar – benar asri. Perjalanan kembali menyenangkan, penumpang merasa lega karena perjalanan hampir sampai. Laut yang tenang dan sangat jernih sangat menyenangkan dan melegakan. Begitu kapal mendekati dermaga dan menyandarkan diri setalah jangkar di lepaskan ke dalam laut dan pintu kapal dibuka, udara segar mengalir masuk menghilangkan kepengapan di ruang kapal. Aliran oksigen yang memenuhi paru-paru memberi kesegaran dan mengusir rasa mual. “iam coming Karimunjawa hari ini ku kan menikmati alammu tanpa merusaknya. terima kasih tuhan telah kau lukiskan bumi begitu indah untuk kami”.

artikel berikut di atas merupakan secuil cerita pengalaman saya ketika liburan di Karimunjawa. jika anda membutuhkan informasi mengenai info wisata karimunjawa ataupun Paket Wisata Karimunjawa silahkan hubungi Team Wisata Karimunjawa.

Written by